Jumat, 18 Maret 2011

Doraemon, Si Produk Gagal




Hari gini siapa sih yang gak kenal Doraemon? Doraemon dikenal sebagai film kartun dengan durasi tayang terlama, Sudah 10 tahun  film tersebut masih saja diputar dengan cerita yang gak ada habis-habisnya.

Doraemon selain lucu juga memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah atau sebagai 
problem solver bagi semua masalah yang dihadapi teman-temannya. Bagi Doraemon, semua hal bisa dia lakukan dengan kantong ajaibnya. Mau terbang? Bisa dengan Baling-Baling Bambu. mau kemana saja? Bisa Cuma pakai Pintu Kemana Saja.

Setiap 
pekerja kreatif, haruslah seperti Doraemon yang selalu bisa menjadi tempat pemecahan masalah bagi semua masalah yang ada di sekelilingnya. Sebagai seorang kreatif kita dituntut untuk melakukan sebuah inovasi, terobosan atau menjadi seperti Doraemon yang selalu siap memiliki jalan keluarnya saat masalah datang menghampirinya.

Namun yang menarik dibalik semua itu, sang pencipta Doraemon, 
Fujiko Fujio ternyata mengkonsep Doraemon sebagai sebuah product gagal. “Loh, product gagal? Yang boneng” mungkin itu yang ada dipikiran kita.

Berikut fakta-fakta menarik seputar Doraemon si kucing masa depan.
  • Pernah berpikir kenapa Doraemon gak punya kumis atau Cuma 6 helai kumisnya? Nah ini gagalnya Doraemon, karena kumisnya yang seharusnya berfungsi sebagai “radar” tidak berfungsi dengan baik.
  • Warna asli Doraemon ialah Kuning.  Doraemon yang kita kenal berwarna biru terjadi ketika ketika seekor tikus memakan kupingnya,Doraemon menjadi sangat terpukul dan minum sebuah ramuan yang menyebabkan warnanya berubah menjadi biru (Biru=warna kesedihan/muram).  Hal itu juga yang menyebabkan Doraemon sangat takut tikus
  • Doraemon memiliki prestasi yang kurang baik dalam hal belajar-belajar, sama kaya tuannya Nobita,Doraemon adalah murid terbodoh di sekolah robot dan ketika lulus tidak ada yang berniat  membelinya. Nasibnya berubah ketika bertemu Sewashi, cicit Nobita yang  akhirnya membelinya dan mengirimkannya ke masa Nobita.
  • Doraemon pernah ditolak cintanya, Kekasih Doraemon bernama  Noramyako. Tapi akhirnya cinta Doraemon bertepuk sebelah tangan karena Doraemon terlalu pendek , hehehe.
  • Dengan berbagai kekurangannya, Doraemon dinobatkan menjadi “Heroes of Asia” di majalah Time Asia, September 2002. Mengungguli Hidetoshi Nakata, Iwan Fals, Aung Suu Kyi bahkan Jackie Chan . Hebat juga yah si Emon.
Nah, walau dengan kekurangan-kekurangan sebagai product gagal, Doraemon tetap menjadi Problem Solver yang baik, bahkan menjadi “Heroes of Asia” bagaimana dengan kita sebagai pekerja kreatif? Apakah kita bisa se-kreatif Doraemon dan bisa menjadi pemecah masalah bagi bisnis/perusahaan kita?
Lahirkanlah Doraemon-Doraemon baru bagi bisnis/perusahaan kita. Walau tanpa Baling-Baling Bambu, Pintu Kemana Saja,semoga  kita tetap bisa berpikir kreatif dan menjadi Doraemon bagi sekeliling kita

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates